VISIT PALEMBANG

Kamis, 20 Maret 2008

Benteng Kuto Besak




Benteng ini dibangun selama 17 tahun (1780-1797 M). Benteng Kuto Besak (BKB) ini dibangun di atas pulau. Ada empat aliran sungai besar di Palembang, Sungai Musi di bagian utara; Sungai Sekanak di bagian barat; dan Sungai Tengkuruk di bagian timur. Seperti halnya Sungai Kapuran, Sungai Tengkuruk juga ditimbun Belanda pada awal 1930-an dan dijadikan sebagai jalan. Lokasi jalan, yang kemudian dikenal sebagai Jl. Tengkuruk ini (kini menjadi landasan Jembatan Ampera dan sebagian lagi menjadi Jl. Jenderal Sudirman (sebelumnya, Jl. Talang Jawa), ini sempat berfungsi sebagai boulevard. Bangunan ini menggunakan bahan batu dan semen (batu kapur serta bubuk tumbukan kulit kerang). Konon, sebagai bahan penguat tambahan, digunakan pula putih telur dan rebusan tulang serta kulit sapi dan kerbau. Benteng berbentuk persegi empat dengan ukuran panjang 290 meter, lebar 180 meter, dan tinggi 6,60 meter-7,20 meter. Di keempat sudutnya, terdapat empat bastion (buluarti) untuk menempatkan meriam. BKB memiliki pintu empat pintu. Yaitu, pintu utama yang menghadap Sungai Musi dan tiga pintu lain, yang masing-masing menghadap Sungai Tengkuruk, Sungai Kapuran, dan Sungai Sekanak.

Sumber : www.palembang.go.id

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda



Like this game? Download the full version.
PC Version | Mac Version

Game Developed by Blockdot
Like this game? Click here to add it to your blog or website for FREE!
Spanish Translation